Tampilkan postingan dengan label Maumere. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Maumere. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Desember 2014

OVERLAND FLORES #Day9 : Larantuka - Maumere - Kupang

Jam 05:00 WITA, saya dan Onggo berpamitan ke teman kami dan menuju ke maumere dengan menggunakan Elf yang paling pagi. Sepanjang perjalanan, saya dan Onggo hanya tertidur. Di hari kesepuluh ini, saya sedikit agak kelelahan dan kecewa karena jadwal harus molor sehari. Harusnya pagi ini kami sudah berada di Alor jika ada penyeberangan.
Bersih-bersih sebelum cus

Sesampainya di gerbang masuk bandara Fran Seda, kami harus berjalan kaki 2 kilometer!!! Saat itu jam 11 siang, hahahaha. Lumayan membakar kulit dan 2 botol air mineral 1,5L ludess. Sesampainya di bandara, kami langsung tertidur bentar di teras bandara. Sebenarnya, hamper mirip terminal bus dari pada bandara saat itu. Banyak fasilitas yang rusak, dan areanya yang kecil. Tapi mungkin sekarang jauh lebih baik.
Tertidur sejenak habis jalan kaki


Ruang tunggu bandara

Kami terbangun dari tidur kami karena ada keributan di area bandara. Kami menuju ke area keributan. Ternyata sumber masalahnya adalah salah satu maskapai penerbangan membatalkan jadwal penerbanganya. Saya dan Onggo pun sudah ketakutan jika maskapai yang kami tumpangi juga membatalkan penerbangannya. Ketakutan kami beralasan karena memang pada saat itu hari kedua lebaran.
Memang, Tuhan selalu baik sama backpackers hahaha, pesawat kami memang tetap beroperasi, walaupun delay. Jam 15:00, kami lepas landas. Penerbangan kali ini menggunakan pesawat baling-baling...hahahaha lumayan menegangkan.


1jam kemudian, kami sudah sampai di Bandara El-Tari dan menuju ke penginapan sekitar bandara. Kami akan melanjutkan perjalanan Kupang Alor pada jam 05:00WITA. Penginapan di Kupang lemayan terjangkau, sekitar 150.000/kamar untuk 2 orang.

Penginapan di Kupang

Malamnya, kami berjalan-jalan ke alun-alun kota Kupang. Tak diduga, disana ada pameran Wisata NTT yang kebetulan kami ingin mencari informasi seputar Alor. Maklum, di Alor nanti kami tidak punya kenalan siapapun. Setelah lelah, kami langsung kembali berjalan ke penginapan.

Kamis, 27 November 2014

OVERLAND FLORES #Day6 : Super Sunrise dan Perjalanan menuju Maumere


Alarm jam berdering pukul 02:00 WITA, saya beranjak dari sleeping bag dan merambat lemah dari tembok ke tembok menuju kamar mandi. Oke, saatnya menyentuh air super dingin dan memastikan mata ini terbuka dengan sempurna. Saya dan Onggo langsung membereskan barang-barang kami untuk siap dibawa ke maumere setelah serangan fajar.

Si Mio pun langsung dipanasin dan wussss, udara pagi menusuk tulang harus kami hadapi. Selama perjalanan kami mencoba menahan gemetar karena super dinginnya. Setelah 1,5jam perjalanan, sampailah kami di parker utama Gunung Kelimutu. Dan, jam 04:20 itu sudah ramai oleh wisatawan asing yang juga siap-sipa serangan fajar.

Oke, langsung saja kami menuju puncak Kelimutu yang kurang lebih ditempuh dalam waktu 30 menit, hahahahaa. Mau tahu hasilnya, bisa lihat foto dibawah ini:


























Oke, luar biasa kan...??!! Memang, Kelimutu sangat dikenal oleh wisatawan luar negeri, terutama Eropa. Tinggal bagaimana pemerintah mengelolanya dengan baik. J
Oke, setelah puas dengan Sunrise Kelimutu, kami pulang kembali ke Ende untuk persiapa menuju ke Maumere. Tepat jam 11:00 kami sudah ada di Ende kembali. Kami packing dan menuju maumere dengan Taxi. Taxi Avanza tentunya, hahaha. Yang perlu digarisbawahi, mobil kami dengan 7penumpang + 1 sopir, dan barang super banyak diatas mobil. Sopirnya pun seperti sudah terlatih dengan kondisi jalanan yang super kacau dan kelok jalan yang super nikung.

Setelah 4 jam perjalanan, sampailah kami di Maumere dan kami mencari alamat saudaranya Onggo. Kami tinggal di bengkel tempat pendidikan anak-anak SMK disana. Lokasinya tidak jauh dari Katedral Maumere.
 Tempat berteduh kami
 
Bengkel Praktek

Malamnya kami berjalan menuju pelabuhan. Terlihat kesibukan bongkar muat barang di pelabuhan. Pelabuhan L-Say ini memang menjadi pusat perekonomian pulau Flores. Bahan kebutuhan rumah tangga semua melewati pelabuhan ini.
Pelabuhan L-Say

Pelabuhan L-Say

Kami melanjutkan jalan kaki menuju alun-alun kota Maumere. Disini ada patung Yesus yang menengadah menghadap ke Gunung. Cerita penduduk setempat, pada saat terjadi gempa dan Tsunami tahun 1991, penduduk kota Maumere semua berkumpul di alun-alun ini. Mukjizatnya, semua orang yang berada di alun-alun selamat dari terjangan Tsunami ini. Air terbelah kesisi barat dan timur alun-alun.

 Alun-alun Kota Maumere
 
Katedral Maumere
 
Setelah puas menikmati kota Maumere, kami menuju tempat menginap kami untuk beristirahat. Besok paginya, kami akan melanjutkan perjalanan ke Larantuka.

Jumat, 23 November 2012

Great Overland Flores 2012

 Lama sudah tidak mengupdate blog, maklum banyak hal yang harus dilakukan. Sambil mengisi waktu luang, saya mau berbagi cerita tentang perjalanan saya Overland Flores. Salah satu dari impian perjalanan saya. Banyak temen kerja yang bertanya, Kenapa FLORES? Kenapa tidak ke luar negeri aja kan keren tu? Hohoho jawabku,”Indonesia aja belum selesai kok, betul ngga?hehehe”


Perjalan saya lakukan dalam 12 hari dan ditemani partner tulen saya Simon Onggo. Dia kebetulan juga bekerja di Taman Nasional Wanggameti, Waingapu, Sumba. Onggo, panggilan teman saya ini kebetulan sehobi jalan-jalan irit, atau kerennya sih backpacker.
Awal cerita saya bekerja di Bali dan saya di akhir bulan juli 2012 belum punya gambaran akan libur berapa hari dari kantor dan akan kemana. Kurang dari sebulan munculah wall di Facebook dari teman saya. “Overland NTT yuukk”. Wadeeh, langsung aja dah aku telpon tu Onggo. Aku meminta perkiraan anggaran dan jadwal perjalanannya dengan segala kemungkinan yang terjadi.  Setelah berkomunikasi dan bertukar pendapat dan informasi kami putuskan untuk bertemu di tikum Labuan Bajo tanggal 12 Agustus 2012.
Ada banyak pilihan transportasi dari Denpasar menuju Labuan Bajo. Pilihan paling murah adalah kapal PELNI dengan tarif Rp 198.000,- (Agt2012) perjalanan ditempuh 36jam diatas kapal dari Tanjung Benoa sampai Labuan Bajo. Kelemahannya adalah, jadwal kapal yang hanya ada sebulan 2 kali jadi saya tidak mengambil opsi kapal Pelni ini.
Alternatif kedua adalah dengan pesawat NgurahRai-LabuanBajo. Banyak pilihan maskapai yang melayani penerbangan setiap hari menuju Labuan Bajo dari Bandara Ngurah Rai. Wings, Susi Air, Merpati, Aviastar, dan lainnya. Tarif dihari-hari normal sekitar Rp 450.000-700.000. Namun kalau dimasa liburan atau libur lebaran tarif bisa menjadi diatas Rp 1.000.000,-
Alternatif ketiga yang saya pakai adalah bus patas yang pada masa lebaran cukup mahal dan susah dicari. Safari Dharma Raya, Tiara Mas, Garuda Mas, adalah beberapa perusahaan otobus yang  melayani perjalanan menuju Bima. Cerita lengkap perjalanan, ikuti aja diposting lanjutnya yaa.
Buku Panduan Trip NTT